Thursday, May 19, 2011

MENGISI WAKTU LIBURAN


Terkait dengan liburan semester yang akan datang (libur Panjang)
dan sebagai kaum pelajar dari Fakfak (mahasiswa Fakfak) yang saat ini mengambil pendidikan diluar Kota Fakfak
tentunya dan sudah pasti akan kembali pulang k Fakfak untuk mengisi waktu libur tersebut.

Sebagai kaum terpelajar yang nantinya akan pulang ke daerah,
bagaimana jika kita mengadakan suatu kegiatan atau pertemuan bersama untuk membahas kekurangan dan
kejanggalan-kejanggalan hak-hak kita sebagai mahasiswa Fakfak yang selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah.

Dan jika kita lihat kondisi dan situasi daerah hari ini adanya berbagai macam hal-hal yang
terjadi yang membuat hidup kebersamaan dan kesatuan dalam satu tungku tiga batu seakan terusik.
Akibat PILKADA, massa pendukung melakukan tindakan2 anarkis yang berdampak hadirnya berbagai persoalan

Kita sebagai mahasiswa yang akan kembali kedaerah dan kedepan akan menjadi pemimpin2 muda
daerah dengan sikap kita sebagai penengah mari kita soroti bersama hal-hal yang terjadi ditengah masyarakat.
hilangkan segala bentuk pemikiran yang melahirkan provokasi dan aksi yang
membuat satu tungku tiga batu menjadi hilang maknanya.

kurang dan lebih ditambahi oleh rekan-rekan dan Mari rapatkan barisan menuju satu aksi bersama mengisi liburan di daerah
Baca Selengkapnya -

Wednesday, May 18, 2011

SMA FAVORIT MENANGGUNG MALU

Fakfakinfo, Prestasi akademik SMAN 1 Fakfak tahun ini benar-benar terpuruk. Bayangkan, tingkat kelulusan ujian nasional di sekolah terfavorit di Kota Pala ini hanya 50,24%. Artinya, dari seluruh siswa yang mengikuti ujian nasional, hampir separuhnya dinyatakan gagal alias tidak lulus.

Dari 211 siswa yang mengikuti ujian nasional di SMAN 1 Fakfak, 106 siswa dinyatakan lulus dan 105 siswa dinyatakan gagal. Beda yang lulus dan yang tidak lulus hanya 1 orang siswa.

Akibat banyaknya murid yang tidak lulus, beberapa orang wali murid yang dating ke SMAN 1 Fakfak marah-marah. Sumpah serapah mereka lontarkan kepada Kepala Sekolah dan guru yang mereka temui.

Jika dibandingkan dengan prestasi 7 SMA dan 3 SMK lainnya, maka prestasi SMAN 1 Fakfak yang selama ini sering mengukir prestasi dan dikenal sebagai sekolah pencetak pejabat di Fakfak ini, adalah yang terburuk dalam satu dasawarsa (sepuluh tahun) terakhir ini.

SMA Negeri 2 tahun ini mengukir prestasi cukup baik dengan meluluskan 88 orang siswa dari 98 siswa yang mengikuti ujian nasional. Artinya, ‘hanya’ 10 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Sedangkan SMA Don Bosco berhasil meluluskan 40 siswanya, dan seorang siswa dinyatakan tidak lulus. SMKN 1 Fakfak, dari 27 siswa yang mengikuti ujian nasional, hanya 1 siswa yang tidak lulus.

Prestasi gemilang tahun ini dipegang oleh SMA YPK, SMA Kokas, SMA Karas, SMK Yapis, MAN Fakfak dan SMKN 2 Fakfak yang berhasil mencatatkan kelulusan 100%.

SMA YPK sukses meluluskan 81 siswanya. SMA Kokas, meluluskan 48 siswa. SMA Negeri Karas berhasil meluluskan 34 siswanya, MAN meluluskan 77 siswa. SMK Yapis, berhasil meluluskan sebanyak 136 siswa. Sedangkan SMKN 2 Fakfak, tahun ini meluluskan 16 siswa.

Terpuruknya prestasi SMAN 1 Fakfak tentu mengecewakan, bukan hanya bagi anak didik maupun orang tuanya saja, tetapi kekecewaan juga dialami Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan, serta masyarakat Fakfak pada umumnya. Hal ini wajar, sebab SMAN 1 Fakfak memang sekolah ‘kelas utama’ di Kabupaten Fakfak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak, Ali Hindom, SPd. mengaku kecewa dengan menurunnya prestasi SMAN 1 Fakfak tahun ini.

“Kami akan mengklarifikasi kepada Kepala Sekolah yang bersangkutan, juga kepada guru. Kita cari penyebabnya untuk dirumuskan solusinya. Namun, secara umum, tingkat kelulusan SMA di Fakfak cukup baik yakni 84,79%. Dari 769 peserta ujian nasional, sebanyak 653 siswa dinyatakan lulus.” Ucap Ali Hindom.

Belum diketahui penyebab tingginya angka ketidaklulusan murid SMAN 1 Fakfak ini. Meski demikian, kegagalan ini tentu bukan diakibatkan satu faktor penyebab saja. Jika selama ini SMAN 1 Fakfak hampir selalu mengukir prestasi terbaik bahkan sampai tingkat nasional, tentu ada penyebab ekternal yang turut andil yang berdampak menurunnya prestasi tersebut.

Mungkinkah keberadaan geng motor dan perkumpulan remaja yang kurang berorientasi ke dunia pendidikan menjadi penyebabnya? Seyogyanya Dinas Pendidikan tidak tinggal diam dan menyalahkan pihak sekolah saja. Selain itu, dukungan dan pengawasan orang tua, juga sangat berperan.

Bangunan sekolah terancam mangkrak

Sementara itu, kelangsungan pembangunan kantor dan ruang belajar SMAN 1 Fakfak terancam mangkrak alias tidak berlanjut. Pasalnya, sampai bulan kelima di Tahun 2011 ini, belum ada kepastian ketersediaan dana dari pemerintah daerah.

Kepala Sekolah SMAN 1 Fakfak, Drs. Joko Anshori membenarkan soal belum jelasnya kelanjutan pembangunan tersebut.

“Saya belum mendapatkan kabar mengenai ada atau tidaknya dana untuk melanjutkan pembangunan ruang kantor dan 2 ruang belajar yang saat ini masih lebih kurang 60% tersebut. Kami sangat mengharapkan agar pemerintah daerah segera melanjutkan pembangunannya, karena sangat membantu ketersediaan ruang belajar yang selama ini masih kurang,” terang Joko beberapa waktu lalu. “Dana untuk pembangunan tersebut, tahun lalu didanani oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum. Untuk tahun ini saya belum tahu.” Lanjut Joko. (ric, mon, wah)

Baca Selengkapnya -

ALAMAT SEKRETARIAT

FAKFAK DALAM GAMBAR

Entri Populer

Followers

Blogger template 'CoolingFall' by Ourblogtemplates.com 2008