Saturday, October 22, 2011

KUNJUNGAN PEMDA DI SURABAYA

Terkait tuntutan aspirasi mahasiwa se-indonesia menyangkut dana-dana pendidikan yang menjadi kurang perhatianya (PEMDA).terhadap mahasiswa di setiap kota studi maka (PEMDA)mengadakan perjajian kepada mahasiswa se-indonesia untuk mengadakan kunjungan di setiao kota studi.untuk melihat langsung kondisi dan situasi yang menjadi keluhan dan kekurangan bagi setiap permitaan kota study, dalam kesenjangan dunia pendidikan yang menyangkut beasiswa serta fasilitas yang memadai dalam bentuk kontrakan hinga menjadi Asrama permanen dengan srana dana prasaran yang menjamin kebutuhan bagi mahasiswa di setiap kota studi.

Tim kunjungan (PEMDA)yang melakukan rute atau perjalanan di beberapa kota studi,seperti Manado dan Tondano,Malang dan kemudian ke Surabaya.yang di hadidri oleh beberapa pejabat daerah seperti:

1.Bapak bupati
2.Kepala Bapeda
3.Kepala Staf ahli bidang Prekonomian
4.Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga
5. dan kepala Dinas Pu

Untuk Informasi bagi teman-teman yang ada di setiap kota studi bahwa kunjungan Bapak bupati dan rekan-rekanya tidak sempat berkunjungan ke kota studi yang lain. walaupun sudah menjadi perjanjian antara mahasiswa dan beliau tetapi hanya sampe di surabaya kemudian ke mataram .sebap dengan alasan Beliau mengatakan bahwa ada beberapa program prioritas pembangunan yang tidak bisa di tinggalkan,namun beliau sudah mengutus bahwa ada tim-tim yang telah di bentuk dan akan berkunjung di setiap kota studi yang tidak sempat beliau hadir.

By Qelfin komber Surabaya

HP.(081220371226)
Baca Selengkapnya -

Wednesday, October 12, 2011

ANTARA KEMISKINAN DAN KEKAYAAN SDA.

ini jelas bukan suratan takdir, tapi menjadi fakta sejarah. Banyak negara yang kaya sumber daya alam, penduduknya justru masuk kategori miskin. Hanya beberapa gelintir orang yang mempunyai akses kekuasaan yang ikut menikmati ’kue’ ekonomi. Sebagian besar hasil kegiatan ekonomi justru mengalir ke negara-negara maju yang nota bene relatif miskin sumber daya alam.Demikian pula untuk kasus di dalam negeri, banyak daerah yang kaya potensi sumber daya alam khususnya tambang dan mineral yang mempunyai nilai ekonomi tinggi tetapi justru banyak desa di areal pertambangan yang masuk kategori desa miskin.

Kita masih ingat kisah pilu masyarakat Bangka-Belitung yang tetap miskin setelah era kejayaan timah habis sebagaimana tergambar dalam film Laskar Pelangi. Cerita sedih yang sama, dialami penduduk Aceh. Propensi yang tadinya merupakan penyumbang devisa dari LNG tersebut banyak yang tetap miskin. Dan sumber gas yang dikelola ExxonMobil di wilayah itu kini pun sudah surut.

Kasus pemiskinan struktural diatas pun kita rasakan di Propinsi Papua yang terkenal dengan sumber daya alam yang begitu besar, saat ini belum begitu dirasakan hasil eksploitasi SDA Papua, Tapi dalam jangka panjang masyarakat akan menyaksikan bangkai-bangkai instalasi sumur minyak, kilang tua, lubang pertambangan, hutan gundul, serta menanggung resiko akibat sisa-sisa tumpahan minyak yang mengganggu kesuburan tanah.

Di lain sisi masyarakat lokal yang mempunyai sumberdaya daya alam tidak begitu menikmati hasil dari eksploitasi SDA, Rata-rata dijadikan objek, digilas dan tak bisa berbuat banyak ketika berteriak akan hak-haknya. Maka akan muncul pertanyaan yang sederhana namun sulit untuk di implementasikan, Bisakah Kekayaan Alam Papua Mensejahterakan Masyarakat Papua?

Mochtar U
Baca Selengkapnya -

ALAMAT SEKRETARIAT

FAKFAK DALAM GAMBAR

Entri Populer

Followers

Blogger template 'CoolingFall' by Ourblogtemplates.com 2008