IKATAN MAHASISWA FAKFAK PAPUA SE-INDONESIA

IKATAN MAHASISWA FAKFAK PAPUA SE-INDONESIA

Gerakan Fakfak Pintar

Pendidikan merupakan alat yang memiliki tenaga untuk mengubah dunia
Pendidikan yang sesungguhnya akan melahirkan harapan dan keyakinan baru katong bukan orang yang tahu segalanya , namun katong telah mengenal, menerima, dan memikirkan banyak sekali pertanyaan dan kritikan yang masuk.

Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu emas kesuksesan”
Tujuan utama dari pendidikan adalah mengubah KEGELAPAN menjadi SEBUAH CAHAYA
Filosofi dari pendidikan saat ini akan menjadi filosofi pemerintahan dimasa yang akan datang

Katong belajar dalam berbagai hal walaupun itu dari masa lalu karena jika kita ingin mendefinisikan masa depan kita harus belajar dari masa lalu.

Saya telah belajar segala sesuatu dari banyak kegagalan. Satu-satunya hal yang tidak saya pelajari adalah BERHENTI dari kegagalan itu dan menciptakan suatu kesuksesan
Dengan bernani mencoba dan tidak takut gagal maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru ilmu akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat sesuatu yang beda

Bagian terbesar dari pendidikan adalah apa yang kita dapat dari kesalahan dan kegagalan
Saya akan meraih pengetahuanku, dimanapun itu karena pengetahuan tidak meneganl waktu dan tempat.

Kebijaksanaan bukanlah dilihat dari umur seseorang, tapi dilihat dari sikap.
mari saudra2 kita peduli dengan pendidikan di fakfak mengajak agar bergabung dengan:
@Barawery Alfaki

GEMAFA Gelar Aksi Terkait Tapal Batas dan Pemalangan Asput

Dugaan Manipulasi Tapak Batas, Mahasiswa Fak Fak Gelar Aksi Unjuk Rasa

FAK FAK –  Gerakan Mahasiswa Fak fak menggelar aksi tuntutan memperjelas tapak batas antara Kab. Fak fak, Kab. Kaimana Dan Kab.Teluk Bentuni dan Pemalangan Asrama Putra Fak fak di Jayapura yang tak ujung terselesaikan.

Aksi dilakukan melibatkan Mahasiswa pemuda dan masyarakat adat Fak fak target aksi ini dilakukan yaitu menduduki Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fak fak, Selasa (31/7/18).
Fotot : Aksi dilakukan melibatkan Mahasiswa pemuda dan masyarakat adat Fak fak target aksi ini dilakukan yaitu menduduki Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fak fak, Selasa (31/7/18)

Rafles GwaGwas, Menyampaikan aksi hari ini dilakukan dengan melihat penipuan manipulasi dan tak adanya transparansi dari pemerintah daerah Fak fak, terkait tapak batas antara (Tiga) 3 Kabupaten Fak fak, Kaimana dan Bentuni dan tak adanya keberpihakan dalam menyelesaikan persoalan asrama putra Fak fak di Jayapura yang di palang sudah memasuki (empat) 4 Tahun, terakir”. Pungkasnya

“Iya menambahkan untuk mensejaterakan masyarakat dan untuk mencerdaskan masyarakat pemerintah daerah harus adil dan transparansi dalam keberpihakanya melihat kebutuhan masyarakat dan melihat pendidikan sebagai perioritas”. Tambahnya

Alfa Patipi kordinator sektor Fak fak barat, pesannya dalam via selullar kepada harianpagi.id aksi ini kami akan menduduki kantor DPR Fak fak untuk memintah DPR Fak fak sebagai perwakilan rakyat harus bertanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat jangan duduk diam tak bekerja, persoalan Kab. Fak fak saat ini adalah masalah serius yang harus di selesaikan”. Pungkasnya.

“Secepatnya DPR Fak fak dan pemerintah Kab. fak fak menyelesaikan masalah ini yang manah ketimpangan ekonomi, kesehatan dan pendidikan sangat komples pemerintah dalam hal sebagai penyelenggara percepatan pembangunan, kesejateraan tidak mampu menyelesaikan masalah- masalah yang ada, kami (Gemafa) Gerakam Mahasiswa Fak fak melakukan demonstrasi karna kami punya tanggung jawab moral di atas tanah mbaham dan onim untuk negeri kita tercinta.” Tambahnya.

Sumber: http://www.harianpagi.id/

POLINEF DIPALANG, AKTIFITAS PERKULIAHAN LUMPUH

FAKFAK-Aktifitas perkuliahan ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) sejak Rabu (18/7) siang lumpuh karena aksi pemalangan yang dilakukan pemilik hak ulayat. Ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Fakfak harus diliburkan selama pemilik hak ulayat melakukan pemalangan tersebut.

Puluhan warga yang mendatangi Politeknik Negeri Fakfak yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat dalam aksi pemalangan tersebut menuntut pihak pemerintah untuk menyelesaikan pembayaran ganti rugi Rp 2,3 miliar yang hingga saat ini belum diterima pemilik hak ulayat.

Lapende Werpi dan anaknya Rustam Weripi yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat kepada Radar Sorong, mengatakan, aksi pemalangan kampus Politeknik Negeri Fakfak di karenakan hingga saat ini pemilik hak ulayat dari keluarga Weripi belum menerima dana pembebesan lahan Politeknik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.

   Menurutnya, dana pembebasan lahan hak ulayat yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten Fakfak pada tahun anggaran 2012 untuk keluarga pemilik hak ulayat H. Lapende Weripi, Rp 2,3 miliar hingga saat ini belum diterima.

“Dana Rp 2,3 miliar yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten Fakfak pada tahun anggaran 2012, hingga kini pihak pemilik hak ulayat dari keluarga Lapende Weripi belum menerima dana pembebasan tersebut,”terang H. Lapende Weripi dan anaknya Rustam Weripi, saat memimpin aksi pemalangan.

Lebih lanjut dikatakan, lokasi tanah yang kini digunakan sebagai kampus Politeknik Negeri Fakfak dimiliki tiga marga pemilik hak ulayat yakni marga Rohrohmana, marga Genuni dan marga Weripi.

Namun dua marga tersebut telah menerima dana pemebebasan hak ulayat dimana untuk marga Rohrohmana mendapatkan dana pembebasan Rp 3,5 miliar sedangkan keluarga Genuni menerima dana pelepasan dari pemda Rp 1,5 miliar dan untuk keluarga Lapende Weripi yang dialokasikan Pemda Fakfak Rp 2,3 miliar pada tahun 2012 untuk pembayaran pelepasan hak ulayat belum diterima.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Politeknik Negeri Fakfak dengan Keluarga Lapende Weripi selaku pemilik hak ulayat, belum mencapai kesepakatan sehingga pemalangan masih tetap berlangsung. (ric)

Sumber: http://www.radarsorong.com/read/2018/07/19/60653/Polinef-Dipalang-Aktifitas-Perkuliahan-Lumpuh

92 Mahasiswa Politeknik Negeri Fakfak Ikut Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Di Bali


Sebanyak 92 Mahasiswa Politeknik Negeri Fakfak Ikut Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Di Bali

Untuk menciptakan kualitas mahasiswa yang andal dan siap terjun di dunia kerja, sebanyak 92 mahasiswa dari 5 Jurusan Polikteknik Negeri Fakfak, mengikuti Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi yang dilaksanakan DIKTI di Jimbaran, Provinsi Bali, dari tanggal 9 hingga 14 Juli 2018.

Kegiatan ini dimaksudkan agar para mahasiswa memiliki sertifikasi yang akan digunakan untuk bekerja. Selain itu sertifikasi ini sebagai bentuk pengakuan industri kepada mahasiswa bahwa mereka memiliki kemampuan dan skill di bidang yang mereka ambil.

Demikian dikatakan Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Fakfak, Anthonius Lorens Simon Hans ST MT.

Anthonius berharap, sepulangnya dari Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi ini, mahasiswa Politeknik Negeri Fakfak mempunyai skill yang sudah diakui berdasarkan uji kompetensi yang dilakukan dan mempunyai kemampuan untuk siap bekerja usai menamatkan pendidikan di Politeknik Negeri Fakfak.

Selain itu, mahasiswa diharapkan menjadi angkatan kerja yang siap pakai bagi industri khususnya di Fakfak, dan secara umum di seluruh Indonesia.

Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi yang diikuti 92 mahasiswa Politeknik Negeri Fakfak ini melibatkan jurusan Teknik Mesin, Manajemen Informatika, Teknik Sipil, Teknik Listrik dan jurusan Agro Industri.

Dari 92 mahasiswa di 5 jurusan tersebut, 23 mahasiswa berasal dari jurusan Teknik Mesin, 39 mahasiswa dari jurusan Manajemen Informatika, 5 mahasiswa dari jurusan Teknik Sipil, 4 mahasiswa dari jurusan Teknik Listrik, dan dari jurusan Agro Industri sebanyak 3 orang mahasiswa.

Kegiatan ini berlangsung selama seminggu. Dalam seminggu tersebut diisi dengan 3 hari teori, 1 hari ujicoba alat dan hari terakhir adalah uji kompetensi. [Nabire.Net/Ronaldo.Letsoin]

Sumber: https://www.nabire.net/sebanyak-92-mahasiswa-politeknik-negeri-fakfak-ikut-pelatihan-sertifikasi-kompetensi-di-bali/

DESEMBER GELAP DAN BEASISWA 1000 MAHASISWA



Baru-baru ini seluruh mahasiswa kabupaten fakfak yang menyenyam pendidikan pada perguruan tinggi di luar kabupaten fakfak dikejutkan dengan pemberitaan oleh pemerintah daerah bahwa akan ada BEA-SISWA 1000 MAHASISWA. Entah sejak kapan program ini di adakan, yang jelasnya sepanjang tahun 2016 dari bulan januari hingga bulan desember belum sama sekali kami mahasiswa menerima info terkait hal tersebut di atas. Mahasiswa setiap kota study dari papua hingga yang ada di kota study lainnya di luar provinsi papua barat yang berasal dari kabupaten ini di desak agar segera mengirimkan data mahasiswa, nim, nama kampus fakultas dan jurusan hingga rekening pun di desak untuk segera dikirim bersamaan, dengan iming-iming bahwa dana tersebut akan di kirim segera melalui setiap rekening yang bersangkutan.

Namun setelah di telusuri lebih lanjut dari sekian data yang di kirim adapun info terbaru yang kami dengar bahwa dari total data yang di kirim kepada pemerintah daerah di setiap kota study belum mencapai angka nominal 1000 mahasiswa, adapun hal lain semacam demikian sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, dari sekian periode pemerintahan yang berada di kabupaten fakfak papua barat. Dan masih banyak pula hal-hal lain yang melibatkan, membutuhkan data mahasiswa lewat kunjungan-kunjungan oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan instansi pemerintahan, entah berasal dari instansi manapun itu. Dan tentunya dari sekian kunjungan yang pernah ada, bahkan hampir 7 tahun lamanya saya berada di kota study malang jawa timur model yang satu ini selalu saja ada dengan berbagai macam alibinya, hingga terjadi di atas.

Saya jadi ingat satu kalimat dalam sinetron From bandung with love “TAH BERAPA KALI KAMI TLAH DI BOHONGI” Demikian dengan Bea-siswa 1000 mahasiswa yang baru-baru ini di wacanakan oleh pemerintah kabupaten fak-fak jelang akhir bulan desember 2016 seperti yang sudah di jelaskan diatas. Lalu dari sekian banyak kasus yang sama akan di biarkan terus berlanjut ataukah harus hentikan. Tentu pertanyaan ini butuh jawaban yang serius dari kita sebagai mahasiswa kabupaten fakfak papua barat yang mengenyam pendidikan pada perguruan tinggi Sabang hingga Meraoke, lagi pula bukan soal kapan dana tersebut akan dikrim kepada mahasiswa yang bersangkutan berdasarkan data yang di terima, namun adapun hal lain yang butuh untuk di telusuri secara mendalam, bahwa angka nominal yang menajdi ketetapan untuk di berikan kepada mahasiswa hingga saat ini belum juga di ketahui oleh mahasiswa yang bersangkutan.

Maka di butuhkan pemikiran-pemikiran yang cerdas serta kritis oleh mahasiswa yang berasal dari daerah ini, untuk mampu melihat serta menganalisa lebih jauh terkait persoalan-persoalan tersebut di atas, bukankah mahasiswa sudah memiliki tugas dan fungsi sebagaimana yang sudah dijelaskan pada devinisinya, mau sampaikan harus berdiam diri, bagaimana mungkin engkau menjadi representase oleh masyarakat sementara pada kenyataannya persoalanmu sendiri tak mampu engkau dapat selesaikan dengan baik dari sekian tahun perjalanan karirmu pada dunia mahasiswa. Sebab jika terus dibiarkan hal yang sama sudah pasti akan terjadi lagi, dan bahkan mungkin akan terjadi pada generasi-generasi akan datang nantinya.
Maka sikap yang tegas serta harus mampu di sampaikan.
Barisan mahasiswa yang bergabung diberbagai organisasi daerah pada setiap kota study di indonesia baik papua, papua barat, sulawesi, kalimantan, bali, jawa hingga sumatra dan kecuali mereka yang sudah menerima bea-siswa dari pihak lain yang berasal dari kabupaten kota fakfak. Sikap kritis yang sangat amat di butuhkan dalam menganalisa fenomena-fenomena yang terjadi di atas, sebab itu maka sangat pula di butuhkan bentuk kerja sama serta komunikasi-komunikasi yang masif dalam membaca model fenomena lainnya yang terjadi di kabupaten kita ercinta fakfak papua barat. Sebab bea-siswa 1000 mahasiswa ini, memuncul banyak asumsi dari berbagai kalangan, baik itu mahasiswa ataupun pihak-pihak yang berada pada internal pemerintahan di kabupaten ini. Kita tak boleh lengah dan terus mersa kalah hingga merasa fenomena-fenomena semacam ini sudah menjadi budaya yang harus kita jalani sebagaimana mestinya, atau kita akan takut sebab mungkin dengan sikap kita nanti akan berefek pada kebutuhan-kebutuhan kita akan datang nantinya. Saudara-saudara “DIAM DI TINDAS ATAU BERGERAK MELAWAN” Kalimat yang mungkin hampir setiap mahasiwa dipenjuru indonesia bahkan mengenalnya.

Saya ingin mengajak kawan-kawan agar serius dalam mendiskusikan fenomena-fenomena tersebut yang pernah terjadi di setiap tahunnya, cobalah disari kita selalu di rayu, dengan berapa persen uang dari pada setiap kunjungan yang di adakan oleh jajaran pemerintah daerah kabupaten kita tercinta fakfak papua barat. Kita adalah generasi yang nanti akan menjadi pengganti bagi orang-orang terdahulu, bagaimana mungkin kita terus bermimpi menjadikan kabupaten ini menjadi kabupaten yang dikatakan maju, kabupaten yang memiliki manusia-manusia yang berjiawa membangun, mementara kita masih saja membiarkan bentuk-bentuk praktek yang tak seharusnya terjadi di dalam lingkungan kita saat ini.

Oleh: Mayor Salim
Back To Top